23 Nov 2010

Kumpulan statusku ~1

Aku akan datang di kerling mentari musim semi. Tepat saat mekarnya kuntum pertama bunga flamboyan. Halau saja kumpulan risau yang merumput di hatimu. Katakan pada mereka "Aku kini tak lagi memeduli kalian !".



Dijemput malam... Mengajakku melawat sepi. Hingga nanti, saat fajar melabrak pagi....


Menyudut di kamar bersanding dengan sepi dan secangkir kopi, berlulur lelah sekujur badan yang tersisa dari ganas amuk siang tadi...... damainya......



Menjuntai, kelambu malam dalam gelap yang menggulita. Jika nanti mentari mulai menampak diri, tolong bangunkan aku



Ah... Siang! Yg tersaji hanya terang dan panas yg mencubit kulit...!!!



Dihadang pijar di pagi. Paksaku melambai pada malam dan seutas sepi.



Menanam, tapi tak memanen. Menjaga, tapi tak terjaga. Hanya bisa pasrah dan mengelus dada, melihat tanamanku TERPESONA oleh hama.... Derita petani part II



Ketika, riuh jadi senyap, udara tak lagi jadi nafas, harta hanya jadi beban, badan tinggalah badan, tak ada lagi yang bisa dibanggakan, ragamu berteman ulatulat di pengap. Apa yang kau lakukan?



Dan malam pun bertahtakan sepi. Menaiki singgasana senyap dalam kerajaan sunyi. kelam, hanya bisa menyanjung disertai eluan angin yang memaksa dedaunan bergugur, hati berdesir. Doaku mengalun diantara dengungan nyamuk. Kabulkan Ya Rabb......



Aku masih disini bukan karenamu, mereka, atau dia. Tapi karenaNya yang masih menitah bumi tuk berputar dan setia pada porosnya. Bukankah?



Hening, Pujiku membalurMu. gemericik rahmat, deras mengguyurku. basah kuyup. Rembulan mengerling jenaka membagi walau hanya sedikit sinarnya, persembahan terindahnya bagi kelam malam. Indahnya....



Wahai Sang Esa! Aku hanyalah sebuah titik tak berguna dihadapanMu. Aku hidup dengan balutan karuniaMu. Apa hakku membangga diri?



Satu kembang wangi surgawi telah diambil oleh pemiliknya, jangan khawatir.... karena sang kembang telah menyemaikan serbuk sari sucinya ke putik-putik kembang yang lain. Kita tinggal tunggu mekar, indah dan harumnya. semoga tak lama lagi.....



Rembulan masih saja setia menemani malam menyongsong silau fajar dan hingar bingar, meski angin berdesis parau mencemooh malam yang terlampau kelam, mencekam..... Bisiknya...... Bukan cinta jika hanya terbatas rupa dan ternoda nafsu....



Siang, Ada harap membenderang.... Ada syukur yg takkan lekang... Ada hati yg kembali lapang... Gemilang...!!!



Kita berkurban untuk Allah kan? bukan untuk pamer? Kenapa mesti malu kalau hanya berkurban 1 bukan 2, atau kambing bukan sapi? Yg membedakan hanya keikhlasannya. Selamat idul adha 1430 H.



sore menghampar, memanggil malam dengan nyanyian sendu. tanpa angin, tanpa sinar, hanya awan yang mengelabu...... rintih....



Kini, ku tak tergoda terbujuk malam meretas waktu hingga paripurna dan pagi menggila. Mataku menghiba pejam....



Langit tak perlu mengaku tinggi kpd angin yg tak mampu menggapainya... Sungguh rendah hati dirimu teman! Salut....



Biarlah cintaku tetap tak berharokat. agar tak sembarang orang bisa membacanya.....



ah malam terkadang kejam, tak memberi kesempatan bagi bintang tuk berpijar



Datanglah pagi, aku menunggu. Bawalah serta benderang tuk baluri bumi dgn kilauan harap. Jangan lupakan embun, sudah sepekan dia tak tampak. Jika kau tlah datang, pagi. Biarlah kumasuki alam mimpi. Lelahku....



Pohon sebesar apapun berawal dari benih..... Bismillah.



Cinta adalah rasa yg mengutus rindu, mengobar peperangan, merayu nafsu serta sisipkan pilu. Lantas kenapa kita mesti mencinta?



Malam, maaf aku tak bisa menemanimu menyongsong pagi. Aku terbujuk kantuk merambah dunia mimpi. Ah.... Sampaikan juga rinduku tuk bintang.



Oh malam, untunglah kau datang. Aku ingin bersembunyi dibalik pekatmu dan menyimpul benang – benang kesahku padaNya. Sang siang terlalu congkak serta slalu sibuk dengan silaunya.

0 komentar:

Posting Komentar