20 Feb 2011

Untuk Adik-adikku


Sepi mulai menitis di kelamnya tatapan malam, meski angin sesekali berhembus menyapa, membawa suara insan mengagungkan sang pencipta. Mentari tak lagi menampakkan kepongahan, tunduk oleh keindahan pesona bulan yang menyihirnya.

Dalam kesendirian, Rasa rindu datang mengajakku mengulang masa yang telah lampau. Memaksaku tuk membuka lembaran kenangan yang mulai buram dan lekang dimakan waktu. Lembut tangan ibu mengusap rambutmu seraya melantunkan kidung pujian yang selalu baluri tubuh mungilmu.

Satu hari lagi telah terlewati. Detik, menit serta jam telah teruntai tanpa kau sadari. Kelak, tak ada lagi tanya manja ibu menanyakan keinginanmu, atau senyum bangga ayah yang selalu mengembang ketika kau berhasil melakukan sesuatu. Yang ada hanya kerasnya tanggung jawab serta beratnya amanat yang harus kau emban untuk mereguk manisnya keberhasilan.

Kau sudah besar dik….

Senyum lucu yang senantiasa menghiasi bibir mungilmu telah kau tukar dengan senyum indah nan memesona. Wajah polosmu yang dulu selalu membangkitkan binar bahagia dimata ibu, mulai kau poles dengan kosmetik bermerk.

Aku tahu…. Cinta mulai tumbuh dan penuhi segenap relung dihatimu. Kau tak salah dik…. Cinta adalah rahmat dariNya dan datang ke pangkuan setiap makhluk. Cinta itu suci, maka jagalah kesuciannya dan jangan kau nodai dengan nafsu. Aku hanya bisa berharap, kau hiasi juga tingkah lakumu dengan akhlak karimah. Hiasi bibir mungilmu dengan perkataan terpuji dan ciptakanlah pendar kebahagiaan dalam setiap kalbu.

0 komentar:

Posting Komentar