Dedaun masih saja menggelayut manja pada angin disepertiga malam ini, sepi pun semakin liar tak terkendali. Seekor kenari, menggigil kedinginan…
Catatan Maya Mubarok Hasanuddin
Senja hari di alunalun kota. Di depanku berjalan seorang ayah dengan pakaian lusuh bersama anaknya yang berusia sekitar 4 tahun. Sambil mengusap i…
Aku hanya bisa mencinta dengan kata, yang disetiap hurufnya ku utus kasih untuk mempersembahkan prosa sayang dan keindahan. Aku tak punya harta un…
Sepi mulai menitis di kelamnya tatapan malam, meski angin sesekali berhembus menyapa, membawa suara insan mengagungkan sang pencipta. Mentari tak…
sinar mentari hangat membelai ari. seakan membalas dendam kepada sang awan yang mengekangnya kemarin. semburat cahaya kemerahan pun merona, menun…
Hanya ada semilir angin dan sesekali terdengar suara jangkrik bersahutan menemani kesendirian. Tak lama seorang kawan datang dengan motornya. Dia…
:mari kemarilah aku tahu persis hatimu tak setegar itu aku tahu rasanya sama seperti saat itu saat kau pandang aku sesaat lantas …
`selalu saja tentang hujan yang sertamerta deras tanpa kabar serta gelegar guntur mencemooh angin yang katanya terlalu sepoi `selalu saja ten…
Aku akan datang di kerling mentari musim semi. Tepat saat mekarnya kuntum pertama bunga flamboyan. Halau saja kumpulan risau yang merumput di hatimu…
Perlahan kudekap Sebuah cerita yang melekat Pada dindingdinding sejarah Yang membuat sketsa Dengan tangan mungil Bertahtakan kata maaf…
Adakah kau lihat bulan merah berlayar di lautku sementara perahuku sendiri berlayar dengan bendera sunyi Adakah kau dengar suara peluit …
Pedang tajam menghujam aku tak jua geram kilat petir menyambar akupun tetap tegar air turun mengguyur aku masih tersungkur aku t…
Menapaki jalan diantara rinai hujan yang bergegas kuyupkan bumi. Mencoba, leburkan kenangan yang terasa getir diujung hati. Aku tunggu kau persis se…